Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, November 12, 2016

Puisi Menanti Karya Anugrah Putri Filmas

Puisi Menanti Karya Anugrah Putri Filmas


MENANTI
Karya : Anugrah Putri Filmas

Menari di tengah derasnya hujan.
Membuatku lupa segalanya.
Ya aku memang mencintai hujan.
Maka dari itu setiap hujan tiba, aku pasti bahagia.
Kubiarkan rinai hujan membasahi tubuhku.
Membasahi seluruh alam.
Dan membasahi hatiku yang tlah lama kering.
Menanti, menanti dan terus menanti.
Sampai kapankah penantian ini berakhir
Entahlah, mungkin akan sampai pada akhir waktu
Sungguh hatiku tiada berdusta
Mencintaimu sampai pada waktunya
Ketika cintamu harus kau bagi dengannya
Malang nian nasibku
Ditinggal kekasih yang pergi tiada kembali
Namun, rasaku tiada pernah berubah
Aku akan tetap mencintaimu
Sampai akhir masa

Thursday, September 22, 2016

Puisi Rindu Karya Anarchia58

Puisi Rindu
Puisi Rindu

Rindu
Karya : Anarchia58
Entah cuma beberapa kali kita bicara
Atau sesering apa kita berjua
Hal itu mampu mengoreskan kisah di hatiku
Dan sekarang ku jadi perindu
Rindu ini membekas
Karatan,
Dan lumut-lumut rindu
Menghiasi hati kusamku
Menghiasi otak dan fikiranku
Bergelas gelas kopi
Berbungkus bungkus rokok
Tak mampu menghilangkan rindu itu
Ku ingin kita bertemu
Wahai gadis lucu

Sunday, September 18, 2016

Puisi Musafir Karya Shanum

Puisi Musafir Karya Shanum
Puisi Musafir Karya Shanum


Musafir
Oleh : Shanum

Kapan akan ada bahagia
Aku selalu saja menjemput luka
Sepertinya jalanku sudah mulai tertatih
Menuju cinta yang tak pasti
Kulihat telapak kaki ini penuh lebam
Perjalanan hidup yang kutempuh tanpa alas kaki
kehidupan cintaku pun selalu tak pasti
Sungguh Aku merasa Jiwaku perlahan tlah mati
Adakah peristirahatan sementara untukku
Untuk lepaskan lelahku walau sejenak
Letihku ini sungguh teramat letih
Peluhku terus saja berjatuh
Entahlah ...
Aku terus ikuti perjalanan ini
Berharap aku temukan kebaikan pada takdirku

Thursday, September 01, 2016

Puisi KAU bukan DIA Karya Fie Asyura

Puisi KAU bukan DIA
Puisi KAU bukan DIA


KAU bukan DIA
Karya Fie Asyura


Aksaraku mati kehilangan inspirasi
Inspirasi datang dari diri
Malam menatap kosong tanpa rembulan
Puisiku berkabung dalam bingkai perasaan
Kulewati malam-malam panjang kesepian
Aksara tersebar ditiup badai angin selatan
Kupungut satu demi satu dalam irama sendu
Kucoba kumpulkan dalam hati yang kian membeku
Entahlah berapa lama lagi aku berkabung
Tentang rindu dan kehilangan tak berujung
Tak ingin keluar dari lingkaran membelenggu
Menikmati tarian hati yang merindu
Detik jam dinding di malam yang makin menua
Aksaraku masih tersebar di mana-mana
Sebuah puisi lelah di penghujung jalan
Tentang engkau , bukan dia yang dirindukan

Puisi Senandung Malam Romantis Abis Karya Musiyem

Puisi Senandung Malam Romantis Abis
Puisi Senandung Malam Romantis Abis


SENANDUNG MALAM ROMANTIS ABIS
Karya : Musiyem


Hariku sepi
Oh ternyata sudah malam 
Abang bakso pun sudah pulang meninggalkan keroncongan di perut Sutini
Menangis menghiba terasa pilu suara cacing di perutnya
Malam kian larut
Abang bakso datang kembali menemui Sutini pujaan hati
Bukan semangkok bakso dan sebotol saos yang dihantarkan
Tapi seikat bunga warnawarni berpita merah hati
Andai Sutini guru kungfu pastilah dia langsung salto
Jungkir balik terbang ke pohon sawo
Sutini berbunga dan berakar hatinya
Abang bakso pujaan hati menjawab bahasa batinnya
Sutini oh Sutini
Senyummu mengundang bakso

Tuesday, August 30, 2016

Puisi Burung Merpati Karya siamir marulafau

Puisi Burung Merpati
Puisi Burung Merpati


Burung Merpati
Karya : siamir marulafau


Burung merpati
Burung piaraan sejati
Tak akan mau menyakiti
Karena tak disakiti
Jika majikan menyakiti
Tak akan pulang sampai pagi
Berhati-hatilah dengan janji
Karena mengikat leher sampai mati
Jika janji tak ditepati
Korupsi semakin menjadi
Hanguslah bumi pertiwi
Rokok pun harganya meninggi
Asap-asap pun tak ada di kota kami
Hanya api membakar hati
Karena selalu makan hati
Melihat prilaku pejabat kami

Puisi Saat Hujan Turun Karya Syaeful Basri

Puisi Saat Hujan Turun
Puisi Saat Hujan Turun


Saat Hujan Turun
Karya : Syaeful Basri


Ada setangkup rasa iri saat hujan turun membasahi wajah bumi..
Aku hanya bisa terdiam dan menyepi..
Menunggu pelangi datang..
Dan mengusir rasa sunyi ini..
Berkhayal akan hadirnya satu hati yang akan menghangatkan suasana..
Menjahitkan lembaran cerita indah..
Mengisi satu ruang hampa dalam jiwa..
Dan tetap setia disampingku sampai hujan perlahan pergi dan sirna..
Tapi aku hanyalah aku..
Yang hanya bisa bermimpi..
Tanpa pernah merasa layak untuk mencintai maupun dicintai..
Hanya bisa setia menunggu..
Menunggu..
Dan menunggu..
Tanpa tahu kapan sang waktu akan peka dengan segala kegelisahanku..

Puisi Semua Sama Karya Dewi Aries

Puisi Semua Sama
Puisi Semua Sama


Semua Sama
Karya : Dewi Aries


Sering kumelihat bahkan-pun merasa
Perlakuan orang orang di dunia nyata atau maya
Mereka mengganggap ada tapi tak bisa terima
Bahwa karya ternama kalah oleh pemula
Hujat menghujat meluncur deras
Tak peduli padahal semua kita selaras
Seolah nama besar dianggap kuasa
Padahal terbaik bukan milik yang bernama
Nama besar tapi tak berjiwa bijaksana
Kumpulkan teman mencoba bermain kata
Singkirkan pemula dengan dada membusung bangga
Tak sadar semua itu, dia yang tak punya muka
Salahkah pemula jadi utama
Jangan lihat jam terbang, tapi karyanya yang luar biasa
Semua orang pada mulanya sama
Hanya kerja keras, kemampuan lebih yang buatnya istimewa

Puisi Mengemas Mimpi Karya Musiyem

Puisi Mengemas Mimpi
Puisi Mengemas Mimpi


MENGEMAS MIMPI
Karya : Musiyem
Siang perlahan berlalu tergantikan senja nan semburat
Padanya ada tautan membingkai lukisan cahaya
Magrib pun tiba beranjaklah
Karena suara malam mengharap kesunyian
Duhai kau pangeran hati
Waktu tak mengajarimu tentang arti penantianku
Berbungah hati menghitung jajaran selir
Malam telah kelam hanya beri kisah semu
Hingga saatnya tiba kaupun berlalu
Dan ku tak terima itu
Karena kau genggam seikat bunga
Itu pilu untuk sebuah perpisahan

Monday, August 29, 2016

Puisi Renungkanlah Diri Karya Abah Anom

Puisi Renungkanlah Diri
Puisi Renungkanlah Diri



RENUNGAN DIRI
Karya : Abah Anom

Bila maut datang..
Hendaklah menjemput.
Maka masaku,masamu telah habis..
Berpulanglah kehadirat Ilahi..
Robbul'Alamiin..
Wahailah sahabat..
Ingatlah akan maksud malaikat..
Syaitan,Iblis terus mendekat..
Kainlah putih pembalut tubuh..
Jika janjian mati telah datang..
Tak dapat siapa pun bertangguh..
Jiwa melayang keluar tubuh..
Jika kita beribadah kuranglah sungguh..
Segala sesal akan menjadi tumbuh..
Terdapatilah diri yang merugi..
Maka
"Renungkanlah" !!

Sunday, August 28, 2016

Puisi Lentera Hati Karya Uncu Nelma

Puisi Lentera Hati
Puisi Lentera Hati


LENTERA HATI

Ruang waktu menipis
Tergerus oleh masa
Pijar lentera
Meredup hampir padam
Aku tersentak...
Pijar lentera menyala terang
Ternyata kau yang datang
Menyalakan kembali lentera di hatiku
Kasih sayang nan tulus
Terurai mesra menyejukkan
Uluran tangan kekarmu
Membuatku terharu biru
Apakah mungkin...
Kau adalah sandaran hatiku
Tempatku bernaung, berlindung dan bermanja
Atau kah hanya buain sesaat menjelang terjaga..

Karya : Uncu Nelma

Puisi Aku dan Sepi Karya Muhammad Fadhli

Puisi Aku dan Sepi
Puisi Aku dan Sepi


Aku dan Sepi

Selamat malam pada bintang-bintang
dan rembulan yang sering kesiangan
pada langit hitam kau bercahaya
dan kunang-kunang pun menghilang
Selamat malam pada keresahan
dan waktu yang terus mengejar
mungkinkah ada yang kan datang
atau sepi dan terus sepi mencekam
Sendiri kudisini
berteman kamar sunyi
dan gambar kenangan silam
yang dulu pernah ada
Sepinya kudisini
bertemankan puisi
angin malam bintang-bintang
dan kenangan
Dan mata kian sulit terpejam
aku rindu pulang ke masa silam.

Karya : Muhammad Fadhli

Puisi Pangeran Cinta Karya բձեիձղ

Puisi Pangeran Cinta
Puisi Pangeran Cinta


Pangeran Cinta

Ku rasakan debaran"
Kala kau bisikan kata
Aku sayang kamu
Kan ku rendam sukmaku
Dan ku tutup mataku
Kurasakan
Ada getaran" jiwa yang pasrah
Kasih aku akan selalu
Jadi pangeran cintamu
Aku hanya bisa bersipu
Kala ada didepan mu
Kau tatap mataku dengan sayu
Lalu kau dekap erat rinduku
Kurasakan kehangatan menyelimuti tubuhku
Jiwa ku pun terkurung
Dalam sangkar rindumu

Karya : բձեիձղ

Puisi Hanya Mimpi Karya ‎բձեիձղ‎

Puisi Hanya Mimpi
Puisi Hanya Mimpi


Hanya Mimpi

Terima kasih Tuhan,
Kau kirimkan kembali wangi surga itu.
Hirup demi hirup sangat kunikmati 
perlahan menyusup rongga tubuhku.
Rasanya ingin saja ia bersemayam
tentram di sana.
Dia sangat menentramkan.
Nyaman.
Membuatku lupa bahwa aku masih
berpijak di bumi.
Dia sangat menyenangkan dan aku
menikmati bersiap mencintainya lebih.
Aaahh, Tuhan..
Apa aku mimpi?
Seandainya itu benar, tolong jangan
bangunkan aku.
Tak apa aku terlelap tidur hanya untuk
dapat bersamanya.
Karena aku akan memandangnya puas.
Hingga ku tak kan pernah bosan
menelusuri lekuk tubuhnya.

Karya : բձեիձղ
 

Puisi Sajak Durasi Karya Satria Panji Elsparrow

Puisi Sajak Durasi
Puisi Sajak Durasi 



Sajak Durasi

Selendang senja masih bercokol dalam pikiranku ..
Khalayak gemawan merona jingga berbuku-buku ..
Kala itu sang surya perlahan pamit pada sajakku ..
Tinggalkan bias anak cahaya yang kaku ..
Rembulan berdansa ..
Di serambi malam mengangkasa ..
Temani untaian kata dalam karsa ..
Menyibak tabir asmara yang penuh asa ..
Hingga fajar menjelang merambati cakrawala ..
Di pucuk pohon akasia sang Murai menghela ..
Nyanyiannya semanis kembang gula ..
Menggantikan jangkrik di bawah ketela ..
Kapas putih bertebaran di angkasa raya ..
Menaungi tiap sarang peranakan buaya ..
Di dermaga sayup ombak membiaskan cahaya ..
Dari mentari yang berjalan menuju barat daya ..

Puisi Air Mata Perpisahan Karya բձեիձղ

Puisi Air Mata Perpisahan
Puisi Air Mata Perpisahan



Air Mata Perpisahan

Kau menangis disaat ku pergi
Kau terluka yang takkan pernah hilang
Ku tak ingin kau tahu tentang ku
Karena ku tak ingin melihat air matamu
Relakanlah bila ku pergi
Meninggalkanmu untuk selamanya
Jangan pernah kau menangisi perpisahan ini
Biar ku bahagia hidup dengannya
Ku inginkan kau tak pernah meneteskan air matamu
agar ku bahagia
Cinta Bukan hanya harapan
Cinta Tapi kepastian
Cinta Bukan menyakiti hati

Karya : բձեիձղ

Puisi Dosa Sang Malaikat Karya Anarchia58

Puisi Dosa Sang Malaikat
Puisi Dosa Sang Malaikat


Dosa Sang Malaikat
Jejak gambar di sisi tembok
Rantai,kunci serta gembok
Bir hitam dan rokok
Diam dan perlahan mabok
Lupakan
Kata kata salah yang terucap
Bakarlah hingga jadi partikel terkecil
Rasi bintang aquarius diangkasa
Kecupan hangat sang lilith dunia
Membakar diri dalam api surga
Sajak gelap malaikat berlumur dosa

Karya : Anarchia58

Puisi Rindu Karya Anarchia58

Puisi Rindu
Puisi Rindu


Rindu
Entah cuma beberapa kali kita bicara
Atau sesering apa kita berjua
Hal itu mampu mengoreskan kisah di hatiku
Dan sekarang ku jadi perindu
Rindu ini membekas
Karatan,
Dan lumut-lumut rindu
Menghiasi hati kusamku
Menghiasi otak dan fikiranku
Bergelas gelas kopi
Berbungkus bungkus rokok
Tak mampu menghilangkan rindu itu
Ku ingin kita bertemu
Wahai gadis lucu

Karya : Anarchia58

Saturday, August 27, 2016

Puisi Pagi yang Sunyi Karya Bunda Salma

Puisi Pagi yang Sunyi
Puisi Pagi yang Sunyi


Pagi yang Sunyi

Terlelap bersama mimpi
Tertinggal didasar hati
Biarkan Sepi menyelimuti hati 
Namun senyum mu Tetap ku nanti
Hampir lelah jiwa ku terkunci
Terpaku pada dinding yang mati
Harus kah aku melangkah pergi
BERSAMA Pagi yang semakin meninggi.

Karya : Bunda Salma

Puisi Tabir Hitam Negeri Timur Karya Ame dan Anarchia58

Puisi Tabir Hitam Negeri Timur
Puisi Tabir Hitam Negeri Timur


Tabir Hitam Negeri Timur

Laksana luna penghabis mimpi
Diantara temaram dan bias aurora sepi
Dikaki jaya wijaya emas bersemayam
Guntur pertikaian para mafia kelam
Darah hitam
Kelam bersemayam
Tanah luhur
Noda berbalur
Mafia kelam mengusik pertiwi
Beri Seribu janji
Tiada bukti
Liburan di Papua kali ini
Kaki kecil pribumi
Busung lapar sejak bayi
Menanti penguasa menepati janji
Mengembalikan hak mereka yang dicuri
Oleh asing dan bedebah berdasi

Karya : Ame dan Anarchia58

Mahkamah Agung Umumkan 1.607 Peserta Lolos Seleksi Calon Hakim

Mahkamah Agung Umumkan 1.607 Peserta Lolos Seleksi Calon Hakim - Mahkamah Agung mengumumkan 1.607 peserta lolos seleksi sebagai calon...