test

Cerpen Raja Tikus Yang Curang Karya Tedo Arifin
Cerpen Raja Tikus Yang Curang Karya Tedo Arifin

Raja Tikus Yang Curang
Oleh : Tedo Arifin


Pada suatu hari, di sebuah rumah besar dengan penghuni yang kaya raya. Hiduplah sekelompok tikus dan seekor kucing. Mereka hidup rukun dan aman tenteram karena Sang Ketua dari tikus yang mengayomi dengan adil.

Sang Ketua sangat baik dan adil. Para tikus diajarkan untuk bergotong-royong mengumpulkan makanan untuk dimakan bersama dan sisanya disimpan. Bahkan dia membuat perjanjian kepada Kucing untuk tidak memakan tikus dan para tikus tidak akan mencuri makanan jatah Kucing.
Namun tiba saat Sang Ketua jatuh sakit, dia tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
Para tikus dan Kucing sangat berduka. Lalu sebagai gantinya, anak laki-laki Sang Ketua diangkat menjadi ketua. Dia juga sudah sangat akrab dengan Kucing.

Pada awalnya Sang Ketua Baru baik dan adil sama dengan ayahnya. Namun suatu saat dia mendapat ide untuk bekerja sama dengan Kucing.
"Hei Kucing, aku capek mencuri makanan terus. Bagaimana kalau kita bekerja sama?" kata Sang Ketua Baru kepada kucing.
"Bekerja sama bagaimana? Bukankah selama ini kita sudah berkerja sama untuk saling rukun?" kata Kucing sambil minum susu.
" Begini, kamu beri sebagian makananmu kepadaku, lalu kuberi ijin untukmu memakan tikus kecil." kata Ketua Baru sambil tersenyum.
"Wah asyik tuh. Aku juga sudah lama tidak makan tikus. Aku setuju!" kata Kucing yang langsung kegirangan.
" Tapi janji untuk merahasiakan ini kepada siapapun ya?" kata Ketua Baru sambil mengharap.
"Oke, tenang saja, percayalah kepadaku." kata Kucing.

Akhirnya perjanjian itu terjalin. Berberapa tikus kecil sudah hilang. Bisa dipastikan dimakan Kucing.
Para tikus menyampaikan kabar itu kepada Ketua Baru. Namun Ketua Baru hanya diam.
Para tikus kecewa. Bahkan beberapa tikus ada yang melihat Ketua Baru menyantap makanan Kucing.
Para tikus pun mulai curiga. Ada seekor tikus yang berani menanyakan kecurigaan mereka kepada Ketua Baru. Namun Ketua Baru malah marah kepada tikus itu.

Suatu malam saat penghuni rumah sedang keluar rumah semua, seekor tikus dewasa memergoki Kucing yang sedang akan memakan bayi tikus. Lalu tikus itu teriak memanggil teman-temannya dan langsung menyerang Kucing. Kucing dan para tikus saling serang. Kucing mulai kalah dan hampir terpojok. Tubuhnya berlumur darah dan bulu indahnya sudah berhamburan. Kucing takut mati, lalu ia teriak-teriak memanggil Ketua Baru. Ketua Barupun datang dengan hati sangat bingung. Para tikus berhenti menyerang Kucing.
"Hei Ketua, bantu aku!" kata Kucing yang sudah kesakitan.
Namun Ketua Baru hanya diam.
"Hei, kenapa hanya diam, ayo tolong aku!" teriak Kucing lagi.
"Ketua! Kami sudah tahu kalau kamu mengijinkan Kucing untuk makan kami, dan kamu dapat makan hidangan Kucing!" teriak salah seekor kucing.
"Kami sudah benci kepadamu penghianat!" teriak salah seekor tikus yang lain.
"Saat ini juga kami akan pergi! Kami tak mau punya ketua penghianat!" teriak dari beberapa tikus.
Ketua Baru hanya diam dengan wajah pucat dan badan lemas.
Kucingpun juga diam tak menghiraukan mereka sambil menjilati lukanya. Dia hanya kecewa kepada Ketua Baru yang tidak sedikitpun menolongnya.

Setelah itu para tikus langsung bergegas berbondong-bondong pindah tempat tinggal.
Mereka dapat tempat tinggal di rumah yang tak jauh dari rumah itu.
Ketua Baru kini hidup sendiri. Dia sangat menyesal atas perbuatannya kepada saudara-saudaranya sendiri. Dia kesepian. Pernah Ketua Baru datang kepada para tikus untuk meminta maaf dan ingin bergabung kembali dan bukan sebagai ketua.

Namun para tikus sudah sangat kecewa mengingat anak-anak mereka yang mati sebab ulah Ketua Baru. Mereka tidak memaafkan Ketua Baru dan malah mereka mengusirnya. Suatu saat Ketua Baru melihat Kucing sedang mengejar anak tikus yang berlari ketakutan. Sontak ia bergegas lari untuk menyelamatkan anak tikus itu. Diserangnya Kucing yang dulu temannya itu. Mereka saling serang hingga Ketua Baru kalah dan hampir mati.

Namu tiba-tiba rombongan tikus berdatangan menyerang Kucing dan menyelamatkan Ketua Baru. Mereka diberi tahu oleh tikus kecil yang tadi dikejar Kucing. Kucingpun akhirnya kalah dan kabur.
Para tikus membawa Ketua Baru ketempat mereka dan mengobatinya.
"Mengapa kalian menolongku? Biarkan aku mati ditelan kucing. Atau silahkan kalau kalian mau membunuhku." kata Ketua Baru kepada para tikus.
"Karena bagaimanapun kamu tetap saudaraku. Dalam dirimu ada darahku, begitupun dalah diriku. Kami tak rela darah dari saudara kami bertumpah." kata seekor tikus yang terlihat berwibawa.
"Tapi aku, aku hanya seekor tikus penghianat yang telah menukar darah saudaraku hanya dengan imbalan mengisi perutku sendiri." kata Ketua Baru dengan suara yang sangat lemas.
"Kami sudah memaafkanmu saudaraku, baru saja kau telah menunjukkan dirimu dengan rela menumpahkan darahmu untuk menyelamatkan saudara kecilmu." kata tikus lain.
"Kami semua telah memaafkanmu. Ayo kita hidup bersama lagi." kata dari beberapa tikus lain.
Dan akhirnya meskipun Ketua Baru sudah tidak menjadi ketua lagi, tapi dia sangat bahagia telah bisa hidup bersama saudara-saudaranya kembali dengan aman dan tenteram. Dia juga telah berhanji untuk menjadi pelindung para tikus hingga akhir hayatnya.

**END**
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top