test

Cerpen Raja semut yang bijak karya R. Laurentia
Cerpen Raja semut yang bijak karya R. Laurentia


RAJA SEMUT YANG BIJAK
oleh : R. Laurentia


Antronesia adalah kerajaan besar yang dipimpin oleh Raja Semut yang sangat bijak. Tanah yang subur serta keindahan alam yang dimilikinya membuat kerajaan ini tumbuh menjadi kerajaan besar dan kaya. Di tangan Sang Raja Semut, kehidupan kaum
semut menjadi makmur dan damai.
~
Sementara di balik semak belukar, dua pasang mata mengamati kehidupan kaum semut. Mata Serigala yang licik dan jahat.
"Kita harus bisa menguasai kerajaan Antronesia," bisik Sri Rimba, raja kerajaan Serigala yang terkenal dengan kelicikannya.
"Iya, Paduka. Jika bisa menguasai kerajaan itu, kita akan menjadi kerajaan besar dan kuat," ucap pengawal Sri Rimba.
~
"Ha ha ... aku akan menjadi raja rimba yang sebenarnya! Ha ha ha ....!" Sri Rimba berteriak congkak.
"Sudah, Baginda. Sebaiknya kita pulang! Kita himpun kekuatan untuk menyerang Antronesia besok pagi."
"Iya, kamu betul. Mari kira pulang!"
"Siap, Paduka!"
Maka, pulanglah kedua serigala itu menuju negeri mereka.
~
Sesampainya di kerajaan Serigala, Sri Rimba segera berunding dengan punggawa-punggawa kerajaan. Menyusun strategi untuk menyerang kerajaan Antronesia esok hari.
"Bagaimana punggawa-punggawaku? Apa kalian siap?" Sri Rimba berdiri dengan gagahnya.
"Siap, Paduka Raja!" ucap punggawa kerajaan bersama-sama.
~
Tibalah pada hari yang ditentukan. Dengan membawa 2000 pasukan, berangkatlah Sri Rimba menuju Antronesia. Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Sang Raja Semut. Raja yang gagah berani meski bertubuh kecil.
~
Sementara di tengah hutan, larilah si Antier, seekor semut hitam yang ditunjuk sebagai mata-mata kerajaan semut.
'Gawat! Berita ini harus cepat diketahui oleh Sang Raja Semut,' batin si Antier.
Dengan secepat kilat dia berlari menembus angin. Memanfaatkan helai daun yang tertiup angin hingga membawanya sampai ke Antronesia.
~
"Maaf, Baginda. Kerajaan kita diserang!" ucap si Antier dengan napas terengah-engah.
"Tarik napaslah dulu, Antier. Ceritakan dengan tenang. Siapa yang menyerang kerajaan kita?"
"Kerajaan Serigala, Paduka."
"Bukankah Sri Rimba yang berkuasa di sana?"
"Benar, Paduka. Dia adalah raja yang jahat dan serakah!"
Sang Raja Semut terdiam.
"Patih ...!" Tiba-tiba Sang Raja Semut berteriak.
"Iya, Paduka." Sang Patih menjawab.
"Kumpulkan domba sebanyak-banyaknya! Ikat mereka di sekeliling kerajaan kita. Jangan lupa! Buat juga jebakan berupa lubang yang dalam di depan domba-domba itu. Cepat kerjakan wahai Patih!"
"Siap, laksanakan, Paduka!" Sang Patih segera berangkat, membawa beberapa prajurit semut untuk mengumpulkan domba sebanyak-banyaknya dan membuat lubang jebakan.
~
Siang telah tiba. Prajurit serigala tlah tiba di kerajaan Antronesia. Daya tempuh yang sangat jauh, membuat para prajurit serigala terlihat lelah. Melihat domba-domba yng gemuk, para prajurit yang kelaparan itu segera berlari menyerbu.
"Jangaaan!" teriak Sri Rimba.
Teriakan Sri Rimba tak lagi digubris. Lapar tak lagi bisa membendung keserakahan prajurit serigala.
"Auuu ... auu..." Teriakan prajurit serigala memburu domba yang sengaja dipasang atas perintah Sang Raja Semut.
"Auu ... auu .. auu ... aing .. " Teriak prajurit serigala kesakitan. Tubuh mereka terperosok ke dalam lubang yang dalam sebelum bisa menyentuh domba-domba itu.
"Tidaaak!" teriak Sri Rimba, "munduuur!" sahutnya lagi.
Sri Rimba dan prajurit yang tersisa berlari kembali ke kerajaannya. Korban di pihaknya jatuh banyak sebelum berperang. Sri Rimba kembali dengan membawa kekalahan.
~
Sementara di kerajaan Antronesia, Sang Raja Semut tersenyum gembira. Perang telah usai tanpa korban satupun di pihaknya.
~
"Patih, kumpulkan rakyat kita! Mari kita bersyukur pada Tuhan atas segala lindungannya," ucap Sang Raja semut.
Terucap pelan, dengan mata sedikit basah.

**END**
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top