test

Cerpen Legenda Asal Mula Cikaputrian Karya Nurmasari
Cerpen Legenda Asal Mula Cikaputrian


Legenda Asal Mula Cikaputrian
Oleh : Nurmasari

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri raja yang dikaruniai paras yang sangat menawan, wajahnya cantik jelita seperti bidadari dari khayangan sehingga banyak yang mengagumi kecantikannya. Namun sifat dan prilaku sang Putri berbanding terbalik dengan keelokan tubuh dan wajahnya, ia sangat pemalas dan sombong. Selain itu, ia juga manja karena merasa dirinya seorang putri dari raja yang kaya raya. Segala keinginannya harus dituruti, jika tidak dituruti ia akan merajuk dengan segala macam cara dan marah-marah. Setiap hari sang Putri menghabiskan waktunya untuk berhias diri, lalu mengagumi kecantikannya. Ia merasa dirinya perempuan yang paling sempurna di dunia.
.
"Ayahanda, aku ingin memiliki sebuah puri yang indah dan megah dengan danau di dekatnya yang bisa kupergunakan untuk mandi, aku bosan mandi di dalam istana ini. Bisakah Ayahanda memberikannya padaku?" pinta sang Putri suatu ketika kepada sang Raja.
.
Raja menggeleng pelan, "Putriku, bukankah di dekat istana pun ada danau yang begitu indah? Untuk apa kau ingin jauh-jauh hanya untuk sekedar mandi saja?"
.
"Aku tidak mau tahu Ayahanda, aku ingin memiliki puri dan danau pribadi. Kalau tidak, aku tidak akan makan dan mandi sampai Ayahanda memberikannya," ancam Sang Putri yang kemudian pergi mengurung diri di kamar.
.
Karena tidak tega dan khawatir dengan keadaan putrinya, akhirnya raja pun memberikan sebuah puri yang sangat indah untuk putrinya. Puri dengan bangunan yang megah, dilengkapi taman bunga yang begitu indah dengan berbagai jenis bunga, serta sebuah danau yang airnya jernih hingga dapat digunakan untuk berkaca itu terletak di kaki gunung, tidak terlalu jauh dari istana. Jika sang Putri berada di puri tersebut, ia akan mandi di danau itu dan tidak memperbolehkan siapapun mandi di sana tanpa izin langsung darinya. Sang Putri akan meminta Ayahandanya untuk menjatuhkan hukuman yang berat kepada siapapun yang mandi di danau itu tanpa izin darinya.
.
Pada suatu hari sang Putri sedang berada di puri, seperti biasanya ia mandi di danau itu seorang diri tanpa di temani oleh dayang-dayangnya. Bahkan ia melarang dayang-dayangnya untuk mendekati danau tersebut karena ingin menguasai danau itu sepenuhnya, ia tidak mau berbagi dengan siapapun juga.
.
Ketika sang Putri sedang asyik mandi, tiba-tiba datanglah seorang perempuan tua dengan pakaian kumal dan compang-camping. Entah dari mana asal perempuan tua yang mukanya sedikit kotor itu, mungkin ia ingin mandi atau sekadar mencuci muka di danau itu. Sang Putri kaget saat menyadari kehadiran perempuan tua tersebut, ia pun segera beranjak dari danau dan menghampirinya.
.
"Hei perempuan tua, siapa engkau?" tanya sang Putri sambil mengacungkan jari telunjuk tangan kanannya ke wajah perempuan tua. Sorot matanya tajam menatap perempuan tua itu dengan penuh kemarahan.
.
Si perempuan tua tersentak mendengar perkataan tersebut, namun ia hanya diam dan menatap heran pada sang Putri.
.
"Mau apa engkau ke danau ini? Mau mandi?" tanya sang Putri lagi.
.
Si perempuan tua masih tetap terdiam, seperti bingung mendengar bentakan sang Putri. Ia tak tahu harus berkata apa.
.
"Hai perempuan tua yang kumal, tulikah engkau hingga tidak mendengar perkataanku?!" Kedua mata sang Putri menatap tajam pada perempuan tua itu tanpa berkedip sedikitpun. "atau, jangan-jangan engkau juga buta hingga tidak tahu jika danau ini milikku pribadi. Danau ini hanya milikku, khusus untukku, Sang Putri Raja, bukan untuk perempuan tua dekil seperti engkau."
.
Si perempuan tua tetap diam, bibirnya tampak gemetar dan sedikit bergerak-gerak menahan amarah dalam dirinya.
.
Melihat perempuan tua itu hanya terdiam dan tidak beranjak pergi, sang Putri kembali menghardik dengan kasar tanpa berpikir terlebih dahulu.
.
"Perempuan tua dekil, kumal dan bau, cepat engkau pergi menjauh dari danau ini! Sana pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau itu."
.
Perempuan tua itu tidak bisa menahan emosinya lagi. "Betapa sombongnya engkau ini...."
.
"Apa katamu, perempuan tua?!" Sang Putri langsung menanggapi perkataan perempuan tua itu sebelum ia melanjutkan perkataannya. "Langcang sekali engkau! Apa engkau tidak tahu saat ini engkau sedang berhadapan dengan siapa?" tanya Sang Putri, geram.
.
"Aku tahu. Aku berhadapan dengan seorang Putri Raja." Perempuan tua menjawab tanpa rasa takut dan ragu. "namun, apakah karena engkau Putri Raja lantas engkau dapat bertindak semaumu dan menghina orang lain?"
.
"Apa pedulimu? Aku Putri Raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka tanpa terkecuali, termasuk mengusirmu! Engkau pun memang dekil dan bau, aku tidak mau lama-lama berdekatan denganmu. Pergi engkau dari sini perempuan tua yang dekil dan buruk rupa! Cepat!" ucap sang Putri yang semakin marah dengan nada tinggi, setengah berteriak.
.
"Dengarkan aku, wahai Putri Raja yang sombong. Engkau memang seorang Putri Raja, tapi tidak berarti engkau bebas memperlakukan orang lain dan menghinanya, tidak seharuanya engkau sombong dengan kedudukan dan rupamu karena engkau tetaplah seorang manusia, sama sepertiku. Ucapan kasar dan sombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia. Ucapanmu sungguh berbisa seperti ular hitam. Hanya ular saja yang memiliki mulut seperti itu, kau lebih pantas menjadi seekor ular dibanding menjadi seorang manusia!" ucap perempuan tua sebelum pergi meninggalkan sang Putri.
.
Tak berapa lama kemudian tiba-tiba langit yang cerah berubah menjadi mendung, awan hitam bergulung-gulung hingga membuat sang Putri ketakutan. Sekelebat cahaya datang menyilaukan mata, disusul petir yang menggelegar dan menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam yang berbisa. Sang Putri Raja terkena kutukan karena kesombongannya.
.
Ular hitam jelmaan Putri Raja terlihat sangat sedih, kedua matanya tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Mulutnya selalu mengeluarkan suara mendesis seperti meminta maaf atas prilaku buruknya pada si perempuan tua. Namun, air mata penyesalan dan permintaan maaf itu sudah amat terlambat dan tidaklah berguna karena wujudnya sekarang telah berubah menjadi seekor ular hitam.
.
Tiba-tiba terdengar suara dari langit, "Karena kesombongan dan semua perlakuan burukmu, engkau memang tidak pantas menjadi manusia. Engkau hanya pantas menjadi ular berbisa untuk selamanya!"
.
Sang Putri dirundung penyesalan yang amat dalam karena wujudnya tidak dapat kembali lagi seperti semula. Ia sangat malu dengan wujudnya saat ini, ia pun merayap memasuki danau dan bersembunyi di dasar danau yang biasa digunakannya sebagai tempat mandi saat berada di puri. Ia terus bersembunyi dan tak pernah berani menampakkan dirinya lagi di depan orang-orang. Namun karena air danau itu sangat jernih, penduduk pun akhirnya mengetahui tentang Sang Putri Raja yang terkena kutukan hinggga berubah wujud menjadi ular hitam yang berbisa. Mereka lantas menamai danau itu dengan nama Cikaputrian yang artinya danau tempat sang Putri mandi.

**END**
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top