test

Cerpen  Burung Hantu Yang Baik Hati Karya Nurmasari
Cerpen  Burung Hantu Yang Baik Hati Karya Nurmasari


Burung Hantu Yang Baik Hati
Oleh: Nurmasari


Di sebuah hutan, hiduplah berbagai macam
binatang serta burung-burung yang indah.
Ada burung nuri, burung pipit, burung
gelatik dan burung lainnya. Mereka terbang
dengan lincah di antara daun-daun,
bertengger pada batang pohon dan
berkicau riang.
.
"Indah sekali warnamu burung nuri,
sepertinya kau adalah burung paling indah
di hutan ini," ucap burung gelatik yang
sedang hinggap di batang pohon bersama
burung nuri dan burung pipit.
.
"Tentu saja. Bukan cuma mempunyai warna
yang bagus, aku juga pintar menirukan
suara burung lain dan dapat terbang
dengan cepat," jawab burung nuri dengan
bangga sambil membentangkan sayapnya
yang berwarna merah. Dada dan
punggungnya berwarna biru keunguan,
paruhnya berwarna hitam, perpaduan
warna yang indah.
.
Di tengah-tengah percakapan mereka, tiba-
tiba burung gagak datang membawa kabar.
"Perhatian kepada seluruh burung
penghuni hutan. Tadi pagi seekor burung
merpati ditemukan meninggal di samping
danau dekat pohon tua, entah apa
penyebabnya. Diharapkan kalian jangan
pergi ke tempat itu untuk beberapa hari
karena keadaan sepertinya masih tidak
aman. Di sana juga ada burung hantu
pemakan daging, harap berhati-hati jika
terpaksa melewati danau itu." Burung gagak
segera pergi mengelilingi hutan untuk
menyiarkan kabar duka itu.
.
Mendengar hal tersebut, burung nuri,
gelatik dan pipit pun penasaran. Mereka
bertiga belum pernah melihat burung
hantu dan mengira bahwa burung hantu
yang menyebabkan burung merpati
meninggal. Akhirnya mereka pergi ke pohon
tua dekat danau yang menjadi tempat
tinggal burung hantu.
Sesampainya di sana, mereka tercengang
melihat bentuk burung hantu.
.
"Matanya besar sekali, sangat
menyeramkan," ucap burung pipit yang
terbang di dekat danau bersama burung
nuri dan burung gelatik. "kita pulang aja
yuk?" ajaknya.
.
"Dasar penakut! Burung jelek gitu kok
ditakutin? Lihatlah, dia tidak bergerak sama
sekali," ucap burung nuri yang sombong.
.
"Iya, warna bulunya kecokelatan dengan
bercak hitam dan putih, sangat tidak indah.
Tubuhnya pun gemuk," ucap burung gelatik
yang sebenarnya takut, namun dia
menyembunyikan ketakutannya agar tidak
dihina oleh burung nuri.
.
"Tapi dia kan pemakan daging? Aku takut
dagingku dicabik-cabik dan digigit olehnya.
Aku mau pulang saja," ucap burung pipit
yang kemudian terbang dengan cepat
meninggalkan burung gelatik dan burung
nuri.
.
"Ah, burung pipit payah dan penakut. Ayo
kita lihat burung hantu itu lebih dekat,"
ajak burung nuri pada burung gelatik.
.
Mereka berputar-putar di sekitar sarang
burung hantu. Melihat burung hantu yang
tidak banyak bergerak, burung nuri pun
menyuruh burung gelatik mengambil
sebuah kerikil dan melemparkannya pada
burung hantu. Awalnya burung gelatik
menolak, namun akhirnya dia melakukan
apa yang disuruh burung nuri setelah
diledek berulang kali. Kerikil yang
dilemparkan dengan paruhnya itu tepat
mengenai leher burung hantu. Burung nuri
dan burung gelatik akhirnya pergi
meninggalkan burung hantu karena burung
hantu tetap diam, dia hanya memutar
lehernya ke belakang.
.
Keesokan harinya burung nuri pulang
kemalaman setelah berkunjung ke sangkar
burung pipit dan mengobrol di sana. Dia
terbang sangat cepat karena malam
semakin gelap, matanya mulai tidak dapat
melihat dengan jelas pepohonan yang
berada di depannya, dan dia pun menabrak
sebuah pohon hingga terjatuh. Sayapnya
terkilir dan tidak dapat digunakan untuk
terbang lagi.
.
"Aku ada di mana ini?" gumamnya.
.
Kakinya terus melangkah sambil berteriak
meminta tolong, namun tampaknya hutan
sangat sepi di malam hari, hanya ada
suara-suara serangga serta binatang-binata
ng buas yang mencekam. Tiba-tiba sesuatu
melilit tubuh burung nuri, terdengar jelas
suara desisan ular.
.
"Tolong aku, siapapun tolong ... kumohon,"
teriak burung nuri ketakutan.
.
"Percuma kamu meminta tolong, tidak akan
ada yang menolongmu malam-malam
begini. Tubuhmu akan terpisah dari bulu
indah ini dan berpindah dalam perutku,"
ucap seekor ular yang melingkarkan
ekornya pada burung nuri.
.
Napas burung nuri terasa sesak, namun dia
terus berteriak meminta tolong. Tak berapa
lama kemudian, dia merasakan lilitan ular
itu mulai merenggang, sesuatu
mencengkram pundaknya dan
membawanya terbang.
.
"Burung hantu? Kau menolongku?" ucap
burung nuri setengah tak percaya.
.
"Ya, ini aku yang kemarin kau ganggu.
Kebetulan aku sedang lewat untuk berburu
serangga, lalu aku mendengarmu meminta
tolong. Kau tidak apa-apa?" tanya burung
hantu.
.
"Aku tidak apa-apa, hanya terkilir sedikit.
Terima kasih telah menolongku dan maaf
karena kemarin aku telah mengganggumu,
aku kira kau burung yang jahat." Burung
nuri menyesal atas perbuatannya dan sifat
sombongnya selama ini, dia telah salah
menilai burung hantu.
.
"Ya, tidak apa-apa. Sekarang aku akan
mengantarmu pulang agar kau tidak
celaka."
.
Burung hantu pun mengantar burung nuri
pulang ke sarangnya. Setelah kejadian itu,
burung nuri tidak pernah bersikap
sombong lagi pada siapapun, dia sadar
bahwa setiap makhluk punya kelebihan dan
kekurangan masing-masing.

**END**
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top