test

Cerpen Mistis
Cerpen Mistis


Bel istirahat berbunyi, tak ada satupun materi pelajaran yang kuingat, semuanya hanya lewat melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kiri, aku bergegas menuju kelas IPS untuk menemui Jovi dan memintanya untuk menemaniku masuk kedalam ruang band, meskipun sedikit heran, Jovi tetap menurutiku, membawaku masuk ke dalam ruang yang cukup besar dan sedikit kedap suara, menunjukkan beberapa set alat alat band yang letaknya berantakan. Drum dihadapanku pun letaknya tak urut, keyboard masih berada didalam kotaknya, ku tau ini pasti masih baru.
"Lo mau liat" ujar Jovi saat melihatku memperhatikan kotak Piano berwarna putih hitam itu. Jovi langsung membukanya bahkan sebelum aku memintanya, mengeluarkan sebuah keyboard berwarna hitam dengan banyak not berwarna putih.
"Kalo mau belajar, besok gue ajarin, kan latihannya bareng sama anak paski" unar Jovi tiba tiba. Namun aku tak memperdulikan ucaapannya, aku tetap memperhatikan sekelilingku sebelum akhirnya mataku terpaku pada sebuah keyboar usang diujung ruangan ini, aku mendekat dan Jovi membiarkan langkahku.
"Ini ga di pake..?" tanyaku yang langsung membuat Jovi mendekat sambil berkata "Enggak, kenapa.?" tanyanya heran. Aku hanya menggeleng sambil terus memperhatikan keyboard itu, tak ada yang aneh saat pertama kulihat namun hal aneh mulai terjadi saat aku memperhatikan not demi not diatasnya, Do Re Mi .... Fa So La berganti tulisan HAI, membuatku refleks memanggil nama Jovi yang telah menjauh dariku. Dia mendekat dan aku pun langsung mengeluarkan pertanyaan yang membuat raut wajahnya berubah bingung.
"Itu siapa yang nulis" tanyaku sambil menunjuk ke arah not Fa So La. Dia hanya menggeleng lalu menjawab "mana?" alu menunjukkannya namun dia hanya melihat tulisan Do Re Mi Fa So La...... Diasana. Lagi aku berfikir apa hanya aku yang melihatnya..?. Aku balik badan dan langsung keluar dari ruangan band itu dengan cepat, meninggalkan Jovi dengan wajah bingung dan herannya disana, saat masuk kedalam kelas, kulihat white board yang menggantung di tembok kelas, semula kosong namun saat aku duduk dibangkuku dan melihat kearahnya lagi, banyak tulisan HAI berceceran didasar white board yang langsung membuatku spontan berdiri, mengambil penghapus dan langsung membersihkan semua tulisan itu, namun salah seorang temanku menghentikanku.
"Rino, lo ngapain..?, itu papan tulis udah bersih keuleus" ujarnya yang langsung membuat badanku lemas seketika.

Baca bagian 5 >>


Karya : Erina Yunita S
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top