test

Cerpen Mistis
Cerpen Mistis


Aku semakin penasaran dengan suara itu, aku pun tiba tiba melupakan mag ku yang sedang kambuh, seseorang lewat didepanku, aku tau dia adalah ketua band dan mungkin saja dia yang memegang kuncinya.

"Vi" tegurku.
"Iya, kenapa Rin" jawab Jovi sembari menghentikan langkahnya. 
"Kamu ketua band kan.?" tanyaku, dia hanya mengangguk, "siapa yang pegang kuncinya..?" tanyaku lagi.
"Gue, ini baru mau gue buka" jawabnya sambil menunjukkan 2 buah kunci yang menyatu. "Kenapa, mau masuk" ujarnya menawariku.
"Engga, tanya aja" jawabku singkat.
"Oohh" mulutnya membulat seolah mengerti apa maksudku, dia berlalu dan angsung menuju ke depan pintu ruang band mungkin berniat membukanya. Aku masih belum cukup puas, aku mendekati jovi yang mulai membuka pintunya.
"Eh, tunggu vi" ujarku sedikit berteriak. Membuatnya menghentikan aktivitasnya.
"Sebelum ini, kamu udah buka ruang ini kan..?" vonisku padanya.
"Belum, gue aja baru berangkat geh" jawabnya dengan nada meyakinkan, namun masih banyak yang mengganjal digikiranku, membuatku semakin tak tenang sementara suara itu masih kudengar dari dalam sana, tapi baik Jovi maupun Ayu tak menunjukkan apapun jika mereka juga mendengarnya.
"Selain kamu, ada yang punya kunci itu gak..?" tanyaku lagi memastikan.
"Gak ada lah, kan cuma gue yang pegang" jawabnya, "emang kenapa sih Rin" tanyanya padaku dengan nada yang sedikit penasaran. Aku menggeleng lalu berjalan pergi meninggalkan Jovi juga Ayu yang mungkin bingung dengan tingkahku pagi ini. Aku tau Jovi tlah membuka pintu itu dan suaranya sudah tidak kudengar lagi. Ayu mendekatiku.
"Rino, kamu kenapa sih, kok aneh gitu" ujarnya sesaat setelah berada didepanku. Aku hanya menggeleng lalu menutup wajahku dengan telapak tangan dan langsung menceritakan apa yang baru saja kualami. Ayu hanya menggeleng tak percaya, karena memang dia tidak merasakan dan tidak mendengar apapun.
"Astagfirullahhalaziiimm" umpatku dalam hati, mag ku sembuh mungkin karena hal tadi. Aku menggelengkan kepala lalu memukul jidat dengan tangan kananku dan langsung berjalan keluar kelas, berniat ke kantin untuk membeli sebotol air mineral untuk sekedar menenangkan fikiran.
Setelah mendapatkan yang kucari, amu kembali kekelas, duduk rapih dibangkuku dengan posisi tangan menyangga kepala, memainkan ponselku sebentar sebelum bel masuk berbunyi. Pelajaran telah dimulai dan fikiranku masih saja tertuju pada ruang band itu dan ini benar benar membuatku risih.
Baca bagian 4 >>

Karya : Erina Yunita S
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top