test

Cerpen Kebangetan
Cerpen Kebangetan


Kebangetan
Oleh : Mj Tinx


Hari Minggu pagi, kediaman rumah Emak Sutini tampak ramai. Rupanya ia akan mengadakan acara nikahan anaknya yang paling kalem. Semua orang telah datang, termasuk penghulu Yan Hendra.
"Saya terima nikah dan kawinnya San Putri (M San Putra) binti alm Bapak Putra dengan mas kawin cintaku ditolak Shadrina ...," ujar Achenk yang salah menyebutkan nama maharnya.
Sontak, semua orang pun langsung ketawa geli.
"Hihi ... wkwkwkk ...!"
"Chenk, mas kawinnya itu cincin mutiara 2 gram dan seperangkat alat salat, bukan cintamu ditolak Shadrina, hadehh ...." Pak Yan geleng~geleng kepala.
"Maaf Pak Pengulu, aku lagi tidak fokus."
"Ya sudah kita ulangi lagi."
Di sisi lain, Shadrina bisik~bisik ke telinga Mas Senopati.
"Mas, kok Mj bersender ke pundak Mas Seno, sih?" bisiknya sedikit cemburu.
"Shad, dikau kagak usah cemburu, deh! Mj kan adikku. Dia lagi sedih ... tak apalah, Shad. Yang penting cinta dan hatiku hanyalah untukmu. Muach ...."
"Oke deh, Mas. Love you so much ...."
Keduanya mesra banget, padahal hati Achenk seakan terbakar karena melihat kedekatan mereka berdua. Achenk pun kembali melanjutkan akad nikahnya yang kedua.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mj dengan mas kawin Mas Senopati ...."
"Waduh ... Chenk ... Chenk ... kamu kebangetan banget si, anakku tuh namanya San bukan Mj," gerutu Emak Sutini sewot.
"Maaf Mak, Achenk belum makan, jadi lupa, deh!"
"Oalah ... pantas saja salah terus. Makan dulu, yuk? Makan ... ada kue, teh manis, mie ayam ...." Suara orang~orang yang menghadiri acara tersebut.
Achenk pun langsung melahap mie ayam tiga mangkok, teh manis dua dan kue lapis surabaya satu piring.
Acara pun dilanjutkan kembali.
"Saya terima nikah dan kawinnya San Putri dengan mas kawin aku galau hiks ...."
"Astaghfirulloh ...."
Semua orang mengelus dada masing~masing.
"Sudahlah, akad nikahnya diundur saja. Entar nunggu calon prianya siap. Ane permisi dulu, ya?" ucap Yan Hendra mohon diri, karena jadwal acaranya padat. Masih ada 24 pasangan yang mau melangsungkan akad nikah hari itu juga.
"Tungguuu ...! Pak Penghulu jangan pergi dulu," cegah Emak Sutini.
Namun, Pak Yan tetap pergi.
"Asikk ... ane kagak jadi nikah sama San, woi! Cihuyy ...." Achenk kegirangan karena rencananya berhasil. Ia sampai loncat~loncat kaya katak di sawah.
"Hihi ... sabar ya San, lagian kalau Achenk tak cinta kenapa dipaksa untuk suka. Cinta itu enggak bisa dipaksa. Cinta itu lahir dari hati ... hati sucimu," ucap Senopati pada Sa, didampingi kekasihnya
, Shadrina. Sementara Mj jadi ketawa geli melihat tingkah Achenk yang aneh. Di sisi lain Emak Sutini cemberut, mukanya ditekuk.
...
"Waduhhh ... maaf Emak Sutini, aku baru pulang mengajar," ujar El Habibah yang ketinggalan. Celingak~celinguk kaya orang hilang, karena para tamu sudah pulang semua. Tinggal Emak Sutini dan putrinya yang lagi nonton Tom and Jerry untuk menghibur hatinya.
END
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top