test

Cerpen Dia
Cerpen Dia


DIA
Oleh :: Sandra Kirana


Pada saat itu, aku iseng broadcast tengah malam. Sangking labil nya, aku bc sperti ini "Yang belum tidur ping sih" dengan PD nya aku mengirim kesemua kontakku. Tapi, gak lama setelah itu ada yang langsung chat aku. Aku sih gak kenal dia siapa, tapi nama yang terpampang dilayar hp ku ini, namanya "Doni Wijaya" gini percakapan nya :
Dia :: PING!!!
Aku :: PING!!!
Dia :: kok kamu belum tidur?
Aku :: Iya gapapa, belum ngantuk.
Dia :: Km ini Sandra yg nyanyi pas perpisahan itu ya?
Aku :: Iya, kok tau?
Dia :: Tau lah, kamu temennya Rifky ya?
Aku : Iya
Dia :: Kamu kelas berapa?
Aku :: 7B
Dia :: Sekelas sama Rifky 7B ya?
(Duh, ni orang banyak tanya)
Aku :: Iyaaaa bawel, kalo kamu kelas berapa?
Dia :: 8A, Enak aja bilangin saya bawel. Saya ini pendiem ya.
Aku :: Hehehe, iyaiya maaf

Sejak dimulai dari situ, kami selalu chatan via bbm. Aku sih sebenarnya ga kenal dia siapa, orangnya gimana dan kayak apa. Tapi menurutku dia lucu, dan asik buat diajak chat. Stelah 3 hari kami chatan, ternyata dia offline bbm. Aku bukan sedih sih, cuma bete aja kenapa dia cepet banget off nya, bbm aku jadi sepi lagi. Dia off kayaknya selama 20 hari sampe lebaran pun dia ga on juga.
Aku merasa seperti ada rasa. Ya, rasa itu datang tanpa kusadari. Aku menyukainya, 20 hari tanpa kabar dari dia, tanpa lucu yang dia berikan. Aku menjadi rindu. Iya, aku merasa aku suka padanya. Dan itu mutlak terjadi padaku. Dan aku mempunyai teman dekat. Aku selalu bercerita padanya tentang dia. Ga lupa juga, aku nanyain tentang dia karna temanku ini kenal padanya. Menurut info yang aku tau dari temanku Wiwit, dia orangnya baik, tinggi, ya lumayan lah. Aku juga cerita ke Wiwit kalo aku suka sama dia. Aku pun minta tolong sama Wiwit kalo aku mintain nomor dia dari Facebooknya.
5 hari setelah lebaran, aku baru dapat nomor ponselnya dari Wiwit. Ntah apa yang buat aku jadi takut buat sms dia, aku bingung. Apa aku harus sms dia atau nggak. Tapi akhirnya aku sms dia.
Aku :: Hai kak bawel, masih inget saya gak?
Dia :: Inget kok, Sandra kan?
(Karena tiap chat di bbm, aku selalu manggil dia bawel karena dia banyak tanya.Jadi dia bisa nebak aku)
Aku :: Hehehe, iya
Dia :: Kenapa nyariin, kangen ya?
Aku :: Ih nggak ah, gr banget sih

Dimulai lagi chat kami via sms, setiap harinya kami selalu smsan. Aku selalu dipanggil dengan sebutan "Sandra Sayang" oleh doni, selalu panggilan itu setiap awal sms. Sebenarnya sih aku udah ga mau lagi chatan sama dia, aku sms waktu itu karena aku cuma pengen tau aja kabar dia gimana. Tapi dia selalu ngabarin aku tiap harinya. Sampe aku jadi suka sama dia. Sampe aku jadi seneng kalo dia sms aku, dan rasanya gelisah kalo aku ga smsn sama dia. Walaupun aku gatau dia gimana, tapi menurutku dia baik, perhatian, dan lucu serta asik.

Namun, sakitnya aku ketika pada suatu hari dia bercerita tentang orang yang dia sukai. Dia yang care setiap sms aku, dia yang selalu buat aku ketawa dan dia juga yang buat aku suka bahkan sayang sama dia, tapi ternyata dia mencintai orang lain. Dia yang buat aku jadi baper kayak gini dan ternyata itu hanya modus dia aja. Tapi semua itu aku tahan, percuma aku mau marah sama dia, toh aku bukan siapa-siapanya.

Setelah membaca cerita bahwa dia mencintai orang lain bahkan sampai rela sholat meminta minta doa pada Sang Kuasa untuk mendapatkan sang pujaan nya. Menjadikan aku menghindar dari dia, 2-3 hari smsnya ga kubalas juga. Karena aku sadar, bahwa aku hanya dijadikan waktu kosong disaat dia sedih aja. Tapi 1 kalimat dari sms nya yang membuat hatiku canggung, yaitu "Sandra, kk mau ngomong sama kamu. Tolong bls"

Aku tetap saja membiarkan smsnya itu, sampai pada suatu hari dimana maghrib sebentar lagi akan berkumandang, ada pulsa masuk ntah darimana. Aku pikir ada pulsa masuk yang nyasar. Tapi ternyata itu dari dia. Mungkin dia sengaja beliin aku pulsa supaya aku mau bls sms dia, sebenarnya aku gamau bls sms dia. Tapi aku ngerasa ga enak sama dia. Dan ga lupa aku ucap makasih ke dia, dimulai lagi aku smsn sama dia. Malam itu percakapan kami seperti ini ::
Singkat cerita
Aku : Katanya mau ngomong, mau ngomong apa? Kayaknya penting banget sampe gupek sms?
Dia : Emang saya ga boleh sms kamu lagi ya?
Aku : Ya boleh sih, yaudah kalo mau ngomong ya ngomong aja
Dia : Dk, sbenernya saya suka sama kamu sejak awal kita kenal. Kamu bisa buat saya nyaman. Kamu mau ga jadi pacar saya?
Aku : Loh, kenapa tiba² nembak? Dan bukannya kk suka sama E**i ya? Kenapa malah jadi saya yg ditembak?
Dia : udah ga ada gunanya lagi saya ngarepin dia dk, ternyata saya sadar kalo dia memang bukan untuk saya. Dia juga udah punya orang. Bantuin kk dk buat nglupain dia.
Aku : Aduh, gimana ya? Saya bingung
Dia : Kalo ga diterima juga gapapa kok dk
Aku : Kasih saya waktu kak
Dia : Yaudah, akan saya tunggu dk jawaban kamu

2 hari stelah itu, hari masuk sekolah seperti biasa pun tiba. Begitu lamanya liburan 1 lebih dirumah membuatku suntuk. Kawan-kawan saling bersalaman. Tapi pada saat aku sedang duduk di depan kelasku, sahabat Doni yang bernama Elva pun datang menghampiriku
"San, kata Doni diterima gak?" Tanyanya
"Gak tau mbak" Jawabku yang masih dalam keadaan bingung
"Udah lo terima aja, dia itu baik, tinggi, ganteng" Kata Elva cletuk ngomong. Aku hanya terdiam dan menyunggingkan senyum kepada Elva. Elva pun meninggalkanku. Masih dalam pikiran yang bingung, sbenarnya aku ingin memilih untuk menolaknya. Karena aku takut kalau aku hanya sebagai dijadikannya pelampiasan, karna dia bilang kalo dia minta bantuin aku buat ngelupain pujaan dia si E**i. Aku pengen banget nolak dia, tapi aku ga bisa bohongin perasaanku sendiri kalau sekarang aku sayang padanya. Dan pada suatu hari, aku melihatnya pertama kali dengan tak sengaja aku lewat didepan kelasnya. Aku sekarang mengenalnya. Dia pun mengenalku.

4 Hari kemudian, aku menjawab Doni. Kalau aku menerimanya. Aku cuma mau ngikutin kata hati aku aja kalo aku harus nerima dia. Lalu seiring berjalan nya waktu, kami sudah menginjak ke 28 hari hubungan ini. Tepat dihari ulangtahunku, aku mengajak teman-teman sekelasnya dan teman-teman sekelasku untuk datang kerumahku. Sesampainya aku dirumah bersama teman-temanku. Ibuku langsung membuat tekwan didapur. Ku sediakan minuman dingin sebagai penyegar dahaga untuk teman-temanku, sementara sambil menunggu tekwan siap untuk dimakan. Aku menunggu Doni tak kunjung juga datang kerumah. Lama sekali aku menunggunya hingga perutku terasa lapar. Akupun memutuskan untuk makan bersama teman-temanku ketika tekwan telah siap. Saat masih setengah mangkuk, Suara motor berhenti didepan rumahku terdengar. Aku tak langsung melihatnya. Tapi aku menghentikan makanku lalu berlari kecil menuju dapur untuk membuat minuman lagi. Tapi tak kuduga saat aku kedepan lagi, Doni datang membawa kue untukku. Betapa senang dan harunya aku saat itu. Kami saling menatap lama, tapi aku tak tahan menatap matanya lama-lama karna aku tidak terbiasa. Kubuang mukaku sambil menutup warna kemerahan yang datang di wajahku karena malu.
Dan pada saat potong kue, potongan pertamaku adalah Ibu. Tak lupa ibu mencium pipiku, kedua adikku dan yang terakhir untuk Doni pacarku. Sangat bahagia aku saat itu, Tuhan telah memberikan waktu bahagia padaku tepat dihari ulangtahun ini. Senang dan haru kurasakan dalam batinku.
Setelah Doni dan semuanya pulang, aku membereskan apa-apa yang berserakan di ambalku. Piring-piring dan gelas kucuci bersih. Dan menurutku, itulah waktu yang paling bahagia seumur hidupku. Waktu yang tak kusangka menjadi sebuah kejutan yang diberikan dari Tuhan. Dan sekarang, hubunganku dengan Doni sudah mencapai 1 tahun. Sekian lamanya aku menjalani hubungan ini, aku selalu bahagia bila bersamanya, setiap hari saat pulang sekolah, dia selalu menggenggam tanganku. Dan banyak masa-masa indah yang kulewati bersamanya. Susah, senang, dan bahkan menangis kami lalui bersama-sama. Sehingga kami telah berucap janji dan sumpah bahwa kami tak akan melepaskan hubungan ini 1 sama lain. Tetap saling mencintai, menyayangi, dan saling setia, dan semoga Allah pun mendengarkan doa kami yang kami lanturkan setiap sholat. Baru kali ini aku mencintai seseorang serta merasa nyaman. Dia yang mampu membuatku mencintainya, menyayanginya, serta sikapnya yang membuat sifat burukku pun berubah. Hanya dia.
End
Reactions:

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top