Posts

Showing posts from August, 2016

Cerpen Sandal Jepit Cinderella Karya SUNNEW

Image
SANDAL JEPIT CINDERELLA
Karya : SUNNEW


Dua hari lagi malam proom. Pesta kelulusan kakak-kakak kelasnya itu sukses bikin Poppi nyaris gila karena belum nemu sepatu yang cocok untuk gaunnya yang cantik. Gaun Poppi model kemben, biru lembut, berbahan ringan dan melambai anggun seiring kaki melangkah. Kali pertama melihatnya di Chic Butik tiga hari lalu, Poppi seperti menemukan takdirnya. Oke, emang terdengar berlebihan bawa-bawa "takdir". Tapi, gaun biru lembut itu emang seperti ditakdirkan untuk dimiliki dan dipakai Poppi. Gaunnya begitu pas di tubuhnya yang mungil. Poppi terlihat berkilau bak peri yang ditaburi bubuk peri. Masalahnya, udah keluar masuk toko sepatu berdua Kira, tapi Poppi belum juga nemu sepatu yang langsung klik di hati. Bahkan searching di online shop pun nihil hasil. Kalo bukan karena ajakan Sanu, kakak kelasnya yang kece itu, Poppi lebih milih nongkrongin Indovision sambil nyemil kerupuk yang dilelerin kecap Bango ketimbang harus beredar di acara anak-anak k…

Puisi Burung Merpati Karya siamir marulafau

Image
Burung Merpati Karya : siamir marulafau

Burung merpati
Burung piaraan sejati
Tak akan mau menyakiti
Karena tak disakiti Jika majikan menyakiti
Tak akan pulang sampai pagi
Berhati-hatilah dengan janji
Karena mengikat leher sampai mati Jika janji tak ditepati
Korupsi semakin menjadi
Hanguslah bumi pertiwi
Rokok pun harganya meninggi Asap-asap pun tak ada di kota kami
Hanya api membakar hati
Karena selalu makan hati
Melihat prilaku pejabat kami

Cerpen Mistis Karya Erina Yunita S Bagian 4

Image
Bel istirahat berbunyi, tak ada satupun materi pelajaran yang kuingat, semuanya hanya lewat melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kiri, aku bergegas menuju kelas IPS untuk menemui Jovi dan memintanya untuk menemaniku masuk kedalam ruang band, meskipun sedikit heran, Jovi tetap menurutiku, membawaku masuk ke dalam ruang yang cukup besar dan sedikit kedap suara, menunjukkan beberapa set alat alat band yang letaknya berantakan. Drum dihadapanku pun letaknya tak urut, keyboard masih berada didalam kotaknya, ku tau ini pasti masih baru.
"Lo mau liat" ujar Jovi saat melihatku memperhatikan kotak Piano berwarna putih hitam itu. Jovi langsung membukanya bahkan sebelum aku memintanya, mengeluarkan sebuah keyboard berwarna hitam dengan banyak not berwarna putih.
"Kalo mau belajar, besok gue ajarin, kan latihannya bareng sama anak paski" unar Jovi tiba tiba. Namun aku tak memperdulikan ucaapannya, aku tetap memperhatikan sekelilingku sebelum akhirnya mataku terpaku pada…

Cerpen Selepas Kau Pergi Karya Shopya Rangganizer

Image
Selepas Kau Pergi Karya : Shopya Rangganizer

Saat kita sama-sama memutuskan untuk tidak saling merindu dua dari seperbagian kepingan itu retak tak berbentuk. Sore itu tepat setelah kita berpura tak lagi mengenal langit senja berubah kelabu, apa kau ingat? Tepat pada saat ini kau ikrarkan ketiadaan rasa itu. Setelah ini, sesudah kau tak lagi di sisiku untuk sekedar lalui senja aku ingin kau benar-benar pergi membawa seperbagian kau dariku. ***
Dia menutup bukunya, senjanya kini menyakitkan, pahit, seperti kopi hitam yang dicecap sekarang. Pandangannya mengedar kesekeliling kafe, tidak ada yang berubah dari bangunan bergaya Eropa beberapa meter dari bibir pantai itu. "Permisi, Nona." Suara itu mengintrupsinya dari lamunan. "Boleh saya duduk disini? Meja lain penuh," ucap seseorang tadi saat mata gadis itu menatap tepat pada manik coklat terangnya. Dia, gadis itu, memejamkan mata sepersekian detik sebelum akhirnya menjawab, "silahkan." Ia menggeser kopinya mem…

Puisi Saat Hujan Turun Karya Syaeful Basri

Image
Saat Hujan Turun Karya : Syaeful Basri

Ada setangkup rasa iri saat hujan turun membasahi wajah bumi..
Aku hanya bisa terdiam dan menyepi..
Menunggu pelangi datang..
Dan mengusir rasa sunyi ini.. Berkhayal akan hadirnya satu hati yang akan menghangatkan suasana..
Menjahitkan lembaran cerita indah..
Mengisi satu ruang hampa dalam jiwa..
Dan tetap setia disampingku sampai hujan perlahan pergi dan sirna.. Tapi aku hanyalah aku..
Yang hanya bisa bermimpi..
Tanpa pernah merasa layak untuk mencintai maupun dicintai..
Hanya bisa setia menunggu..
Menunggu..
Dan menunggu..
Tanpa tahu kapan sang waktu akan peka dengan segala kegelisahanku..

Puisi Semua Sama Karya Dewi Aries

Image
Semua Sama Karya : Dewi Aries

Sering kumelihat bahkan-pun merasa
Perlakuan orang orang di dunia nyata atau maya
Mereka mengganggap ada tapi tak bisa terima
Bahwa karya ternama kalah oleh pemula Hujat menghujat meluncur deras
Tak peduli padahal semua kita selaras
Seolah nama besar dianggap kuasa
Padahal terbaik bukan milik yang bernama Nama besar tapi tak berjiwa bijaksana
Kumpulkan teman mencoba bermain kata
Singkirkan pemula dengan dada membusung bangga
Tak sadar semua itu, dia yang tak punya muka Salahkah pemula jadi utama
Jangan lihat jam terbang, tapi karyanya yang luar biasa
Semua orang pada mulanya sama
Hanya kerja keras, kemampuan lebih yang buatnya istimewa

Puisi Mengemas Mimpi Karya Musiyem

Image
MENGEMAS MIMPI Karya : Musiyem Siang perlahan berlalu tergantikan senja nan semburat
Padanya ada tautan membingkai lukisan cahaya
Magrib pun tiba beranjaklah
Karena suara malam mengharap kesunyian Duhai kau pangeran hati
Waktu tak mengajarimu tentang arti penantianku
Berbungah hati menghitung jajaran selir
Malam telah kelam hanya beri kisah semu Hingga saatnya tiba kaupun berlalu
Dan ku tak terima itu
Karena kau genggam seikat bunga
Itu pilu untuk sebuah perpisahan

Cerpen Berjalan Tanpa Terlihat (Kisah nyata dari seseorang) Karya Nurmasari

Image
Berjalan Tanpa Terlihat (Kisah nyata dari seseorang)
Karya : Nurmasari


Suara tepukan kembali mengalun seiring
dengan langkah gontainya menuju bangku.
Dia sudah sedikit terbiasa dengan itu,
namun kali ini mata murid-murid di kelas
memandangnya dengan cara yang berbeda-
beda, ada yang terlihat merasa kalah, ada
yang terkagum-kagum, berkaca-kaca, ada
pula yang biasa saja memandangnya. Di
benak Sinta runtutan kejadian masa lalu
seakan terputar kembali.
.
"Bu, aku mau tanya tentang rumus itu,"
tanya Sinta pada Guru matematika dari
bangkunya.
.
"Baca dulu dengan seksama, baru
bertanya," jawab guru matematika.
.
Sinta menuruti perkataan guru tersebut,
namun tetap saja dia tidak mengerti.
Matematika memang sungguh
memusingkan bagi orang seperti Sinta. Dia
menghampiri meja guru untuk bertanya
lagi, tapi guru itu menyuruhnya kembali
duduk ke bangkunya dan menjelaskan apa
yang ditanyakan Sinta pada semua murid di
kelas tersebut. Padahal sebelumnya, Nia--